Home » Hakekat Penelitian

Hakekat Penelitian

Kelompok 1

Ari Listiyaningsih [672010042] Elizabeth Anggie U.P [672010066] Fieka Amadea Harsono [682010001]

Maria Daisihara [682010005] Sie monica [682010009]

Apa itu penelitian?

Menurut Yoseph dan Yoseph, 1979, penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian.

Pengertian Penelitian menurut Kerlinger (1986) adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara.

Kamus besar Bahasa Indonesia (2001):

Penelitian adalah:

  1. Pemeriksaan yang teliti.
  2. Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.

Sehingga kelompok kami menyimpulkan bahwa penelitian merupakan suatu kegiatan menyelidiki masalah dengan cara sistematis, kritis, ilmiah, dan teliti untuk mencari jawaban atau memecahkan suatu permasalahan.

Komponen utama penelitian?

Komponen suatu rancangan penelitian meliputi:

  1. masalah
  2. bentuk atau jenis data yang dibutuhkan
  3. tujuan penelitian
  4. kepentingan/signifikansi
  5. masalah sampling
  6. masalah jadwal kegiatan
  7. masalah organisasi dan alokasi biaya
  8. hipotesis penelitian
  9. teknik pengumpulan data
  10. teknik pengolahan data
  11. pola dan sistematik laporan

Urgensi penelitian?

Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yan berbeda, diantaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujun penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian (http://id.wikipedia/org)

Secara umum urgensi dari metode penelitian menurut Sutrisno Hadi (2001: 10) ialah untuk menemukan pengetahuan baru, mengembangkan pengetahuan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Metodelogi penelitian merupakan suatu jalan yang harus ditempuh oleh peneliti guna mendapatkan ilmu pengetahuan luas dan relevan.

Manfaat penelitian?

Manfaat suatu penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:

1.    Hasil penelitian dapat dijadikan gambaran tentang keadaan dan kemampuan sumberdaya yang ada, juga untuk kemungkinan pengembangan maupun hambatan-hambatan yang dihadapi oleh suatu proyek.

2.    Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sarana diagnosis dalam mencari sebab kegagalan ataupun suatu masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan suatu proyek, sehingga dapat dicarikan upaya untuk menanggulanginya.

3.    Hasil penelitian dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijaksanaan ataupun menyusun strategi pengembangan suatu proyek.

4.    Hasil penelitian dapat melukiskan tentang kemampuan dalam bidang pembiayaan, peralatan, perbekalam, tenaga kerja baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif yang sangat berperan bagi keberhasilan pelaksanaan suatu proyek.

Pandangan-pandangan tentang penelitian?

Menurut Fellin, Tripodi & Meyer (1996), Penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.

Menurut Kerlinger (1986: 17-18), Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisihipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena.

Menurut Indriantoro & Supomo (1999: 16), Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam.

Menurut David H. Penny, Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

Tahapan penelitian?

  1. Mengidentifikasi Masalah

Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian.

2.    Membuat Hipotesa

Hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesa, seperti misalnya penelitian deskriptif. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada BAB V.

3.        Studi Literature

Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.

4.        Mengidentifikasi dan Menamai Variabel

Melakukan identifikasi dan menamai variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang diteliti.

5.        Membuat Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut. Definisi operasional memungkinan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.

6.        Memanipulasi dan Mengontrol Variabel

Yang dimaksud dengan memanipulasi variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang dipengaruhinya. Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung.

7.        Menyusun Desain Penelitian

Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan. Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sample, koleksi data dan analisanya. Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan akan tidak mempunyai validitas yang tinggi.

8.        Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran

Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitannya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto.

9.        Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview

Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik. Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Disamping kuesioner, alat pengambilan data juga dapat dilakukan dengan interview. Cara-cara melakukan interview diatur secara sistematis agar dapat memperoleh informasi dan/atau data yang berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti.

Melakukan Analisa Statistik

Salah satu cirri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisa statistik. Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable. Sampai saat ini, analisa statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variable, untuk memprediksi pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung, untuk melihat besarnya pesentase atau rata-rata besarnya suatu variable yang kita ukur.

11.    Menggunakan Komputer untuk Analisa Data

Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisa data. Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisa data, baik yang bersifat pengelohan data maupun analisanya. Salah satu program yang popular ialah program SPSS.

12.    Menulis Laporan Hasil Penelitian

Tahap terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana.

 

Jenis penelitian?

Berdasarkan jenis datanya

1. Penelitian kualitatif

2. Penelitian kuantitatif

Berdasarkan Bidang yang diteliti

1. Penelitian Sosial

2. Penelitian Eksakta

Berdasarkan Tempat Penelitian

1. Penelitian Lapangan (field research)

2. Penelitian Kepustakaan (library research)

3. Penelitian Laboratorium (laboratory research)

Berdasarkan Teknik yang digunakan

1. Survey Research (Penelitian Survei)

2. Experimen Research (Penelitian Experimen)

Berdasarkan Keilmiahan

1. Penelitian Ilmiah

2. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah)

Berdasarkan penggunaan hasil

Penelitian dasar

2. Penelitian Terapan

Berdasarkan tujuan

  1. Eksploratif

2. Pengembangan

3. Verifikatif

Berdasarkan bidang ilmu

  1. Social science

2. Natural science

3. Engineering

Berdasarkan taraf penelitian

  1. Penelitian deskriptif

2. Penelitian inferensial

3. Penelitian Teoritis

4. Penelitian Rekayasa

5. Penelitian Deduktif

6. Penelitian Induktif

7. Grounded research

Menurut Pendekatan

  1. Penelitian Longitudinal (Bujur)

2. Penelitian Cross-Sectional (Silang)

Menurut Tingkat Eksplanasi

  1. Penelitian Deskriptif

2. Penelitian Komparatif

3. Penelitian Asosiatif

Menurut Caranya

  1. Penelitian Operasional

2. Penelitian Tindakan

3. Penelitian Eksperimen (dari caranya)

Bagaimana cara melakukan penelitian?       

Berikut ini merupakan langkah-langkah umum yang bisa dijadikan pedoman :

1.  Cari topik yang menarik perhatian anda

2.  Buat pertanyaan penelitian yang menarik (mengapa, bagaimana, di mana, apa)

3.  Tentukan alasan/rationale dari penelitian anda

4.  Rumuskan tesis penelitian anda dengan mempertimbangkan tiga langkah sebelumnya (topik, tujuan dan rationale)

5.  Tentukan metode pengolahan data (kualitatif/kuantitatif)

6.  Klasifikasi data :

a.  Identifikasi variabel

b.  Berikan alasan mengapa variabel tersebut dipilih dan perlu diidentifikasi

c.  Tentukan pola paradigma penelitian anda

d.  Tentukan khasanah buku-buku teks, jurnal-jurnal, artikel-artikel dengan mempertimbangkan elemen variabel  yang ada

e.  Analisis data berdasarkan  jenis penelitian atau metode penelitian (analisis data statistik atau non statistik

f.  beri kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis data penelitian anda.

Berpikir logis: deduktif & induktif

Dasar penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif. Penalaran deduktif kadang disebut logika deduktif adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.

Contoh argumen deduktif:

  1. Setiap mamalia punya sebuah jantung
  2. Semua kuda adalah mamalia
  3. Setiap kuda punya sebuah jantung

Penalaran induktif kadang disebut logika induktif adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum.

Contoh argumen induktif:

  1. Kuda Sumba punya sebuah jantung
  2. Kuda Australia punya sebuah jantung
  3. Kuda Amerika punya sebuah jantung
  4. Kuda Inggris punya sebuah jantung
  5. ∴ Setiap kuda punya sebuah jantung

 Kesimpulan

Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan. Tujuan dari matakuliah ini diajarkan kepada mahasiswa adalah memberikan konsep-konsep dasar penelitian guna memampukan mahasiswa untuk dapat berpikir secara analitik dan memiliki kemampuan memecahkan masalah berdasarkan prosedur akademik, serta dapat menyusun rancangan penelitian tugas akhir.

DAFTAR PUSTAKA

http://marwanard.blogspot.com/2011/11/makalah-dasar-dan-komponen-desain.html

http://primajayaphone.blogspot.com/2010/11/tujuan-manfaat-penelitian.html

http://fatonipgsd071644221.wordpress.com/2009/12/20/penelitian-kualitatif/

http://rezafm.unsri.ac.id/index.php/posting/49

http://basirunjenispel.blogspot.com/

http://id.shvoong.com/how-to/writing/2178052-cara-melakukan-penelitian/#ixzz2IEQfaSSJ

http://id.wikipedia.org/wiki/Logika

Kelompok 2:

Mahfud Dian Saputro [672010114] Marcelo Evander [672010256]
Kukoh Restu Nugroho [672010179]  Achmad Widodo [672010286]

Pengertian penelitian

Penelitian adalah mencari jawaban atas masalah yang diajukan Masalah adalah persoalan yang menuntut adanya jawaban yang tepat dan akurat.

Berikut ini beberapa pendapat mengenai pengertian penelitian.

Menurut Yoseph dan Yoseph, 1979, penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian.

Penelitian dapat juga diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proseso penemuan, baik itu discovery maupun invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan Benua Amerika adlah penemuan yang cocok untuk arti discovery. Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil Kloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru

Penelitian adalah proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan intensif. Karakter formal dan intensif karena mereka terikat dengan aturan, urutan, maupun cara penyajiannya agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat dipertanggung jawabkan, memecahkan problem malalui hubungan sebab dan akibat, dapat diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama.

Pengertian Penelitian menurut Kerlinger (1986) adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh kerlinger agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional lainnya. Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan yang biasanya meliput dan melaporkan berita atas dasar fakta. Pekerjaan mereka belum dikatakan penelitian, karena tidak dilengkapi karakteristik lain yang mendukung agar dapat dikatakan hasil penelitian, yaitu karakteristik mendasarkan pada teori yang ada dan relevan dan dilakukan secara intensif dan dikontrol dalam pelaksanaannya.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian adalah sauah seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi misalnya observasi secara sistematis, dikontrol dan mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada.

Komponen utama penelitian

  • Sumber Data
    • Sumber Data Primer Kuantitatif :

Sumber data primer kuantitatif (kumpulan skor jawaban) adalah sejumlah responden yang disebut Sampel Penelitian. Sampel ini diambil dengan cara tertentu dari keseluruhan populasi yang dijadikan subyek penelitian. Sejumlah responden yang dijadikan Sampel Penelitian dipandang sebagai sumber data yang dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik atau cara yang digunakan untuk penarikan Sampel Penelitian antara lain Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak (Stratified Random Sampling Technique), Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak Proporsional (Stratified Random Sampling Proporsional Technique), Teknik Slovin, dan Teknik Kluster. Teknik-teiknik pengambilan sampel ini digunakan bila subyek yang dijadikan populasi penelitian terlalu banyak jumlahnya. Namun bila subyek yang menjadi populasi penelitian jumlahnya tidak mencapai 100 orang, maka sebaiknya digunakan Teknik Sensus (seluruh subyek diambil).

  • Sumber Data Primer Kualitatif :

Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian. Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique. Purposive Sampling Technique adalah cara penentuan sejumlah Informan sebelum penelitian dilaksanakan, dengan menyebutkan secara jelas siapa yang dijadikan informan serta informasi apa yang diinginkan dari masing-masing informan. Snow Ball Technique adalah cara penentuan informan dari satu informan ke informan lainnya yang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, hingga dicapai sejumlah informan yang dianggap telah merepresentasikan berbagai informasi yang diperlukan. Pencatuman sumber data harus disertai dengan nama dan identitas yang jelas. Contoh identitas : Nama lengkap, Jenis Kelamin, Umur, Pekerjaan/Jabatan, Pendidikan Terakhir.

  • Sumber Data Sekunder :

Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen-dokumen, internet, dan media cetak. Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku. Contoh : jika diletakan dimuka kutipan : Robbins (1999:87) atau Robbins (dalam Thoha, 2001 :32); jika diletakan dibelakang kutipan : (Robbins,1999:87). Untuk pengutipan data, pencantuman sumber data menggunakan footnote yang diletakan di bawah tabel data.

Contoh Sumber : Bappeda Kabupaten Bogor, 2005. Untuk pengutipan informasi, pencantuman sumber data menggunakan runingnote. Contoh : (Harian Kompas, Senin, 2/8/2005) atau http://www.aseansec.org/5804.htm

  • Jenis Data
    • Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya. Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Kualitatif didapat langsung dari Informan Penelitian.
    • Data Sekunder adalah jenis data yang tidak langsung didapat dari sumbernya. Contoh : data sekunder dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.
    • Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian. Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2)
    • Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan.

Metode Analisis Data

  • Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka-angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain untuk Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.
  • Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata-kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan atau membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik.

Urgensi penelitian

Sebenarnya, definisi yang jelas tentang hal ini tidak ada. Secara intuitif, urgensi penelitian ini dapat dikembangkan dari arti kata “urgensi”, yakni tingkat pentingnya (kepentingan). Urgensi penelitian dapat dikatakan sebagai tingkat pentingnya melakukan penelitian. Analog dengan kehidupan sehari-hari, sesuatu akan dapat dikatakan urgen jika sesuatu tersebut tidak ada atau tidak dilakukan atau semacamnya maka hasil optimal atau terbaik tidak dipeoleh. Misalnya, pada masa ujian tengah/akhir semester, belajar lebih intens bagi mahasiswa adalah sesuatu yang urgen karena kalau hal tersebut tidak dilakukan maka hasil ujian tidak akan optimal.

Serupa dengan hal tersebut, dalam penelitian (termasuk skripsi), kegiatan meneliti akan dikatakan memiliki urgensi yang tinggi jika pelaksanaan kegiatan tersebut akan memberikan hasil yang bermanfaat. Dengan kata lain, suatu kegiatan penelitian dikatakan urgen jika output penelitian dapat menyelesaikan masalah secara strategis.

Masalah penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis penelitian yang akan dilakukan. Untuk penelitian murni/akademis, masalah dapat dikaitkan dengan upaya untuk memverifikasi teori atau upaya untuk menemukan teori baru. Untuk penelitian terapan, masalah dapat dikonotasikan sebagai permasalahan yang dihadapi masyarakat/lembaga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, suatu penelitian dapat dikatakan memiliki urgensi yang tinggi jika output penelitian (atau simpulan penelitian) mampu memverifikasi teori atau menemukan teori baru, untuk penelitian murni/akademis, atau mampu menyelesaikan problematika riil masyarakat, untuk penelitian terapan.

Manfaat penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak yang bersangkutan dalam penelitian ini, baik manfaat secara praktis maupun secara teoretis.

  •   Manfaat Praktis

Beberapa manfaat secara praktis dari penelitian ini, yaitu sebagai berikut.

  1. Bagi peneliti, penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai sastra lisan, serta untuk memperoleh pengalaman menganalisis Struktur puisi lisan, konteks penuturan, proses penciptaan dan fungsi umpasa pernikahan Simalungun.
  2. Bagi pembaca, penelitian ini dapat memberikan informasi secara tertulis maupun sebagai referensi mengenai sastra lisan yang ada di Batak Simalungun tepatnya mengenai umpasa pernikahan Simalungun.
  •  Manfaat Teoretis

Beberapa manfaat secara teoretis dari penelitian ini, yaitu sebagai berikut.

  1. Bagi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi study/kajian sastra lisan.
  2. Bagi kajian kesusastraan, manfaat penelitian ini yaitu memberikan sumbangsih maupun rujukan referensi bagi para peneliti sastra lisan, khususnya umpasa Simalungun.

Pandangan-pandangan tentang penelitian

Padangan tentang penelitian adalah suatu alur pemikiran seseorang terhadap apa yang sedang dipahaminya untuk dijadikan sebagai acuan dalam memecahkan suatu permasalahan yang sedang diteliti secara logis dan sitematika. Setiap bagan atau kerangka berpikir yang dibuat harus mempunyai kedudukan atau tingkatan yang dilandasi dengan teori-teori yang relevan agar permasalahan dalam penelitian tersebut dapat terpecahkan.

  1. Fellin, Tripodi & Meyer (1996) – Penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.
  2. Kerlinger (1986: 17-18) – Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisihipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena.
  3. Indriantoro & Supomo (1999: 16) – Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam.
  4. David H. Penny – Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
  5. J. Suprapto – Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.
  6. Sutrisno Hadi – Penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
  7. Mohammad Ali – Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.
  8. Tuckman – Penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah (a systematic attempt to provide answer to question). Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan, generaliasi, baik berupa teori, prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan melalui alat primernya yaitu empiris dan analisis. Penelitian itu sendiri bekerja atas dasar asumsi, teknik dan metode.
  9. Hilway (1956) – Penelitian merupakan suatu metode studi melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna  terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut.
  10. Woody (1927) – Penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan sebuah pemikiran kritis (critical thinking). Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, merumuskan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan untuk menentukan kecocokan dengan hipotesis.
  11. Parson (1946) – Penelitian merupakan pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.
  12. Nazir (1988) – Penelitian adalah percobaan yang hati-hati dan kritis untuk menemukan sesuatu yang baru.
  13. Sutrisno Hadi (1987:3) – Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah.
  14. Emzir (2007:3) – Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah.
  15. Hamidi (2007:6) – Penelitian merupakan aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
  16. Parson (1946) =>Penelitian adalah pencarian terhadap seseuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dulakukan terhadap masalah yang dapat dipecahkan.
  17. John (1949) – Penelitian adalah pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan menghasilkan dalil atau hukum.
  18. Dewey (1936) – Penelitian adalah transpormasi yang terkendalikan atau terarah dari suatu situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya, seperti mengubah unsure dari situasi orisinal menjadi keseluruhan yang terpadu.
  19. Soerjano Soekanto – Penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.

Tahapan penelitian

  1. Mengidentifikasi masalah yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian.
  2. Membuat hipotesa. hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesa, seperti misalnya penelitian deskriptif. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada BAB V.
  3.  Studi Literature. pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.
  4. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel. Melakukan identifikasi dan menamai variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang diteliti.
  5. Membuat Definisi Operasiona. Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut. Definisi operasional memungkinan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.
  6. Memanipulasi dan Mengontrol Variabel. Yang dimaksud dengan memanipulasi variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang dipengaruhinya. Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung.
  7. Menyusun Desain Penelitia., Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan. Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sample, koleksi data dan analisanya. Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan akan tidak mempunyai validitas yang tinggi.
  8.  Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran.
    Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitannya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto.
  9. Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview. Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik. Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Disamping kuesioner, alat pengambilan data juga dapat dilakukan dengan interview. Cara-cara melakukan interview diatur secara sistematis agar dapat memperoleh informasi dan/atau data yang berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti.
  10. Melakukan Analisa Statistik. Salah satu cirri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisa statistik. Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable. Sampai saat ini, analisa statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variable, untuk memprediksi pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung, untuk melihat besarnya pesentase atau rata-rata besarnya suatu variable yang kita ukur.
  11. Menggunakan Komputer untuk Analisa Data. Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisa data. Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisa data, baik yang bersifat pengelohan data maupun analisanya. Salah satu program yang popular ialah program SPSS.
  12. Menulis Laporan Hasil Penelitian Tahap. terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana.

Jenis penelitian

  • Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung. Fenomena disajikan secara apa adanya hasil penelitiannya diuraikan secara jelas dan gamblang tanpa manipulasi oleh karena itu penelitian ini tidak adanya suatu hipotesis tetapi adalah pertanyaan penelitian. Analisis deskriptif dapat menggunakan analisis distribusi frekuensi yaitu menyimpulkan berdasarkan hasil rata-rata. Hasil penelitian deskriptif sering digunakan, atau dilanjutkan dengan melakukan penelitian analitik. Jenis penelitian yang termasuk dalam kategori deskriptif adalah studi kasus dan penelitian surey.

  • Penelitian Studi Kasus

Studi kasus merupakan rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif; Misalnya satu pasien, keluarga, kelompok, komunitas atau institusi. Meskipun jumlah subyek cenderung sedikit, jumlah variabel yang ditiliti sangat luas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui semua variabel yang berhubungan dengan masalah penelitian. Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Deskripsi dari studi kasus tergantung dari keadaan kasus tetapi tetap mempertimbangkan waktu. Keuntungan yang peling besar dari desain ini adalah pengkajian secara rinci meskipun jumlah dari responden sedikit, sehingga akan didapatkan gambaran satu unit subyek secara jelas. Misalnya, studi kasus tentang asuhan keperawatan pasien dengan typoid di RS. Peneliti akan mengkaji variabel yang sangat luas dari kasus diatas mulai dari menemukan masalah bio-psiko-sosio-spiritual.

  • Penelitian Survey

Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun, 1998). Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Survey adalah suatu desain yang digunaan untuk penyelidikan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu popilasi. Pada survey tidak ada intervensi, survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang,pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai.
Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Penggalian data melalui kuisioner dapat dilakukan tanya jawab langsung atau melalui telepon, sms, e-mail maupun dengan penyebaran kuisioner melalui surat. Wawancara dapat dilakukan juga melalui telepon, video confeence maupun tatap muka-langsung. Keuntungan dari survey ini adalah dapat memperoleh berbagai informasi serta hasil dapat dipergunkan untuk tujuan lain. Akan tetapi informasi yang didapat sering kali cenderung bersifat superfisial. Oleh karena itu pada penelitian survey akan lebih baik jika dilaksanakan analisa secara bertahap. Pada umumnya survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin sample besar, semakin hasilnya mencerminkan populasi. Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud penjajakan (eksploratif), menguraikan (deskriptif), penjelasan (eksplanatory) yaitu untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesa, evaluasi, prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan dating, penelitian operational dan pengembangan indikaor-indikator social.

Bagaimana cara melakukan penelitian

Seseorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan akan terdorong untuk melakukan penelitian jika ia menemukan masalah (Mengapa PTK penting bagi seorang guru? lihat di sini). Bagaimana ia menemukan dan merumuskan masalah sebelum melakaukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pertanyaan yang tampaknya sepele ini ternyata tidak selalu mudah dijawab dan tidak herankaluapara peneliti menamakan bahwa perumusanmasalah merupakan jantung penelitian. Uraian berikut membahas perumusan masalah yang terdiri atas tahapan mengidentifikasi masalah, memfokuskan, dan merumuskan masalah.

  1. Mengidentifikasi Masalah.  – Di bidang ilmu apa pun, tak terkecuali pendidikan, masalah selalu ada dan tak terhitung jumlahnya. Namun anehnya tidak semua orang menyadarinya dan tak jarang mengalami kesulitan untuk menemukan masalah yang akan ditelitinya. Apakah yang dimaksud dengan masalah? Dalam arti luas, masalah sebenarnya adalah semua pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Walaupun masalah merupakan titik tolak untuk melakukan  penelitian, tidk semua masalah dapat dijadikan objek untuk diteliti dan hal ini dapat diketahui dari karakteristik masalah itu sendiri. Sebagai pedoman ada tiga karekteristik yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah . Pertama, adalahmasalah tersebut “layak teliti”. Artinya layak teliti di sini adalah pengkajian terhadap masalah tersebutdapat dilakukan dengan cara yang terukur secara empiris melalui pengumpulan dan pengolahan data. Karakteristi kedua, sifat dari masalah tersebut, yakni mempunyai nilai teoritis dan praktis. Suatu masalah penelitian yang baik pada hakekatnya dapat memperbaiki praktik atau penyelenggaraan pendidikan. Kita dapat menguji masalah tersebut dengan pertanyaan apakah dampaknya apabila masalah tersebut terpecahkan. Apabila jawabannya adalah : “orang tak akan peduli”, maka itu suatu indikasi bahwa kita perlu mencari masalah yang lebih bermakna untuk diteliti. Karakteristik ketiga, adalah realistis. Pengertian realistis di sini sangat luas, antara lain meliputi ketergantungan kita dalam hal kedalaman bekal konsep serta ketersediaan waktu, tenaga dan biaya.
  2. Memfokuskan Masalah.  – Apabila kita telah melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan pedoman berupa kriteri-kriteria di atas, ada kemungkinan mendapatkan banyak masalah yang layak untuk diteliti. Sedikit banyaknya masalah yang dapat diperoleh terganrung kepekaan kita menangkap aspek-aspek atau pernik-pernik yang terdapat di dunia pendidikan itu sendiri. Suatu masalah yang bersifat terlalu umum dan banyak jumlahnya kelak akan menyulitkan kita sendiri apabila masalah tersebut tidak difokuskan sejal awal. Pengertian memfokuskan di sini adalah memilih dn menentukan masalah yang diminati dan menguraikan masalah yang terlalu umum tersebut menjadi masalah yang spesifik. Jika ini tidak dilakukan akan merepotkan diri sendiri karena topik yang hendak diuji akan melebarke mana-mana.
  3. Merumuskan Masalah. – Dalam perumusan masalah, satu hal yang perlu diperhatikan adalah rumusan tersebut hendaknya jelas dan opersional sehinggan tidak terbuka peluang terjadinya salah tafsir jika rumusan tersebut dibaca orang lain. Masalah tersebut hendaknya dirumuskan dengan menggunakan kaidah tata bahasa yang baku sehinggan bebas dari kesalahan tata bahasa. Seseorang dapat merumuskan masalah yang hendak ditelitinya dengan jelas apabila ia menguasai pengetahuan pada bidang yang ingin ia teliti.

Berfikit logis : deduktif & induktif

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Penalaran adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu. Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya.

  • ·         Berpikir Deduktif

Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

  • Berpikir Induktif

Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum .

Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. (www.id.wikipedia.com).

Jalan induksi mengambil jalan tengah, yakni di antara jalan yang memeriksa cuma satu bukti saja dan jalan yang menghitung lebih dari satu, tetapi boleh dihitung semuanya satu persatu. Induksi mengandaikan, bahwa karena beberapa (tiada semuanya) di antara bukti yang diperiksanya itu benar, maka sekalian bukti lain yang sekawan, sekelas dengan dia benar pula.

Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalaran deduktif dan induktif. Dimana lebih lanjut penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme dan penalaran induktif dengan empirisme. Secara rasional ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai fakta dengan yang tidak. Karena itu sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, Penjelasan sementara ini biasanya disebut hipotesis.

Hipotesis ini pada dasarnya disusun secara deduktif dengan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya, kemudian pada tahap pengujian hipotesis proses induksi mulai memegang peranan di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah suatu hipotesis di dukung fakta atau tidak. Sehingga kemudian hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penalaran deduktif dan penalaanr induktif diperlukan dalam proses pencarian pengetahuan yang benar

Daftar pustaka

Kelompok 3

RETNO SARI S [672010079] BUNGA MEKAR C [672010120] YOHANNA AMELIA [682010007]

JUWITA ARTANTI K [682010008] NENCY NERISA [682010065

A.    Penelitian

Apa itu penelitian?

Menurut Dharminto, penelitian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan. Sehingga peelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah.

Dari sumber yang lain, Penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah dalam mengkaji suatu masalah.

Menurut kelompok kami, penelitian adalah kegiatan ilmiah untuk mengkaji suatu masalah sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan.

B.     Komponen Utama Penelitian

Dalam melakukan suatu penelitian, terdapat beberapa komponen utama yang dibutuhkan. Berdasarkan referensi terlampir yang kami pelajari, berikut ini adalah empat komponen utama penelitian.

1)      Sumber data

Sumber data, dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori yang berbeda. Kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut.

  • Sumber data primer kualitatif, meliputi sejumlah responden yang disebut sebagai informan penelitian (dengan menggunakan transkrip wawancara)
  • Sumber data primer kuantitatif, meliputi sejumlah responden yang disebut sampel penelitian (dengan menggunakan kumpulan skor jawaban)
  • Sumber data sekunder, meliputi buku-buku, dokumen-dokumen dan media cetak lainnya yang berhubungan dan mendukung penelitian

2)      Jenis data

Jenis data dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yang berbeda. Kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut.

  • Jenis data primer, merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber data (contoh : data primer yang diperoleh secara langsung dari informan penelitian – sumber data kualitatif – )
  • Jenis data sekunder, merupakan data yang tidak diperoleh secara langsung dari sumber data (contoh : data sekunder yang diperoleh dari buku, dokumen dan media cetak lainnya)

3)      Teknik pengumpulan data

Terdapat tiga kategori teknik pengumpulan data dalam penelitian. Berikut ini adalah pembahasannya satu persatu.

  • Observasi, bisa juga disebut kunjungan lokasi. Merupakan teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan
  • Kuisioner penelitian, bisa juga disebut angket. Merupakan teknik pengumpulan data primer dari para responden yang berperan sebagai sampel penelitian
  • Studi kepustakaan, bisa juga disebut studi dokumen. Merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku dan dokumen serta media cetak lain yang berhubungan dengan penelitian.

4)      Metode analisis data

Terdapat dua jenis metode analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian. Berikut ini adalah pembahasannya satu persatu.

  • Metode analisis data kuantitatif, mengolah dan menganalisis data kuantitatif berupa angka-angka dengan rumusan-rumusan statistik.
  • Metode analisis data kualitatif, mengolah dan menganalisis data kualitatif berupa kata-kata untuk membahas hasil penelitian

C.    Urgensi Penelitian

Selain komponen utama penelitian, terdapat beberapa hal lain yang perlu diketahui juga saat mempelajari hakekat penelitian, salah satunya adalah urgensi penelitian. Istilah ini mungkin belum terlalu umum sehingga banyak pihak yang mungkin belum mengetahui apa yang dimaksud dengan urgensi penelitian. Kembali belajar dari berbagai referensi, kelompok kami berusaha merumuskan apa yang dimaksud dengan urgensi penelitian. Urgensi penelitian menurut kelompok kami merupakan tingkat kepentingan dari dilakukannya sebuah penelitian. Secara umum urgensi dari penelitian ialah untuk menemukan pengetahuan baru, mengembangkan pengetahuan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

D.    Manfaat Penelitian

Pada dasarnya, ketika suatu penelitian dilakukan tujuannya adalah untuk memecahkan suatu permasalahan. Sehingga manfaat penelitian itu sendiri adalah untuk menghasilkan solusi-solusi terbaik bagi suatu permasalahan.  Manfaat Penelitian ialah

  • Memahami masalah (peneliti memperjelas suatu masalah / informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu)
  • Memecahkan masalah (peneliti meminimalkan / menghilangkan masalah)
  • Mengantisipasi masalah (peneliti mengupayakan agar masalah tidak terjadi)

E.     Pandangan-pandangan tentang Penelitian

Banyak ahli yang mengemukakan pendapat dan pandangannya tentang penelitian. Salah satu di antaranya adalah Zainal A. Hasibuan, PhD. Beliau mengatakan bahwa penelitian ilmiah dilakukan untuk mencari jawaban dari permasalahan yang terjadi pada saat ini. Hasil penelitian dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti makalah, laporan penelitian, buku-buku ilmiah, atau karya ilmiah lainnya yang dipublikasikan. Bagi para peneliti publikasi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional dapat digunakan sebagai tolak ukur kualitas dan keunggulan penelitian dalam memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Selain Zainal A. Hasibuan, juga terdapat pandangan dari Prof. Dr. Sugiyono tentang penelitian dalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Beliau menjelaskan bahwa melalui penelitian, manusia dapat menggunakan hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau info yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tau, memecahkan berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.

F.     Tahapan Penelitian

Dalam pelaksanaannya, terutama di bidang pendidikan, penelitian mempunyai beberapa tahapan:

1. Tahap memilih masalah penelitian

Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan yang cukup penting untuk dijadikan masalah penelitian. Masalah tersebut harus merupakan masalah yang dapat dijawab melalui penyelidikan ilmiah. Selain itu, masalah tersebut harus juga merupakan masalah yang belum ada jawabnya (belum terjawab), tetapi sarana untuk mencari jawaban itu, yakni melalui pengumpulan dan analisa data, dapat diperoleh.

2. Tahap analisis

Sesudah masalah yang akan diteliti didefinisikan, tahap berikutnya adalah tahap analisis. Tahap ini memerlukan pengkajian yang mendalam atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin telah dilakukan tentang masalah tersebut. Pembahasan hasil penelitian yang terkait ini sangat diperlukan guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai masalah penelitian tersebut, serta agar dapat memberikan latar belakang bagi perumusan hipotesis yang merupakan aspek penting dari tahap analisis ini.

3. Tahap memilih strategi penelitian dan membuat/memilih instrument

Masalah penelitian yang dipilih akan menentukan metode penelitian yang harus digunakan. Ada masalah yang memerlukan eksperimehn, ada pula yang mungkin dapat diatasi dengan memakai strategi penelitian deskriptif. Berikutnya, pemilihan metode penelitian akan mempengaruhi penyusunan rancangan penyelidikan (design) dan prosedur pengukuran variabel. Alat pengukur variabel ini mungkin sudah tersedia dan merupakan alat pengukur baku, atau bisa juga masih harus dikembangkan dulu oleh peneliti sendiri.

4. Tahap mengumpulkan dan menafsirkan data

Konsekuensi-konsekuensi hipotesis penelitian yang dicapai melalui deduksi harus diuji terlebih dahulu. Oleh karena itu, tahap ini memerlukan pengumpulan data. Berbeda dari anggapan umum, tahap ini biasanya tidak memerlukan waktu yang lebih singkat daripada tahap-tahap perencanaan sebelumnya.
Sesudah dikumpulkan, selanjutnya data (informasi) yang telah dikumpulkan itu harus dianalisis, biasanya dengan menggunakan statistic. Setelah itu, peneliti melakukan penafsiran yang tepat terhadap hasil penelitian yang diperoleh.

5. Tahap melaporkan hasil penelitian

Agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pengetahuan, hasil penelitian itu harus dikomunikasikan ke kalangan akademisi. Untuk itu, peneliti harus berusaha agar prosedur, hasil, dan kesimpulan penelitiannya disajikan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain, yang mungkin berminat terhadap masalah tersebut. Biasanya diperlukan suatu penyajian yang jelas dan ringkas entang langkah-langkah yang telah ditempuh dalam penelitian itu.

G.    Jenis-Jenis Penelitian

Jenis-jenis penelitian sangat beraneka ragam. Berikut ini kelompok kami akan membahas beberapa jenis penelitian berdasarkan kategori tertentu.

  • Berdasarkan Peggunaan

1)      Penelitian Murni, penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu.

2)      Penelitian Terapan, penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis.

  • Berdasarkan jenis datanya

1)      Penelitian kualitatif

2)      Penelitian kuantitatif

  • Berdasarkan Bidang yang diteliti

1)      Penelitian Sosial (khusus meneliti di bidang sosial seperti Masyarakat, Ekonomi, Pendidikan, Hukum dan lain-lain)

2)      Penelitian Eksakta (khusus meneliti di bidang eksakta seperti Matematika, Fisika, Kimia, Teknik dan lain-lain)

  • Berdasarkan Tempat Penelitian

1)      Penelitian Lapangan (field research, penelitian dilakukan dengan terjun langsung di lapangan)

2)      Penelitian Kepustakaan (library research, penelitian dilakukan dengan menggunakan literatur(kepustakaan) dari penelitian sebelumnya)

3)      Penelitian Laboratorium (laboratory research, penelitian dilakukan di tempat tertentu seperti laboratorium)

  • Berdasarkan Teknik yang digunakan

1)      Analitis (menurunkan hubungan melalui sistem deduktif – Matematika, Filsafat, Hukum, Linguistik)

2)      Historis (peristiwa dan perkembangan di masa lampau – Kronologis (biografi), Spasial (Komparatif), Historik & Legal Yuridis)

3)      Deskriptif (menjelaskan kondisi yang ada – Korelasi , Survey, Studi Kasus, Studi pengembangan, Studi tindak lanjut, Studi kecenderungan)

4)      Eksperimental (menguji hubungan sebab-akibat – one group, more than one group)

  • Menurut Tingkat Eksplanasi

1)      Penelitian Deskriptif (penelitian yang digunakan untuk menggambarkan satu variable atau lebih tanpa menghubungkan satu variable dengan yang lain)

2)      Penelitian Komparatif (penelitian yang digunakan untuk membandingkan suatu variable (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda)

3)      Penelitian Asosiatif (penelitian yang digunakan untuk menggambarkan hubungan dari satu variable dengan variable lainnya (dapat meliputi hubungan simetris, kausal dan interaktif)

H.    Cara Melakukan Penelitian

Banyak sekali jenis penelitian yang ada dan dapat dilakukan saat ini. Cara melakukan penelitian untuk jenis penelitian yang berbeda, pasti juga berbeda. Walaupun berbeda satu dengan yang lain, namun terdapat cara melakukan penelitian secara universal. Berikut ini cara untuk melakukan penelitian.

  • Langkah pertama, menentukan topik yang akan diteliti
  • Langkah kedua, membuat pertanyaan-pertanyaan penelitian
  • Langkah ketiga, menentukan alasan dari penelitian
  • Langkah keempat, merumuskan tesis penelitian dengan mempertimbangkan tiga langkah sebelumnya
  • Langkah kelima, menentukan teknik pengolahan data
  • Langkah keenam, melakukan klasifikasi data
  • Langkah ketujuh, melakukan analisis data berdasarkan jenis penelitian atau metode penelitian yang digunakan
  • Langkah kedelapan, membuat laporan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan

I.       Berpikir logis : Deduktif dan Induktif

Berpikir logis terdiri dari dua akar kata, yaitu berpikir dan logis. Kelompok kami akan mencoba untuk membahas satu persatu akar kata tersebut dengan berpaku pada pendapat Zainal A Hasibuan, PhD dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Berpikir merupakan proses yang terjadi ketika seseorang berusaha untuk mengambil kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui. Sedangkan logis, berasal dari kata logika yang berarti studi tentang metode-metode dan prinsi-prinsip yang digunakan dalam membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Sehingga yang dimaksud dengan berpikir logis adalah proses yang terjadi ketika seseorang berusaha mengambil kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui berdasarkan pada logika dengan membedakan benar dan salahnya.

Berpikir logis : Deduktif, menurut beliau Zainal A. Hasibuan PhD, merupakan sebuah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum dan kemudian menyampaikannya dalam pengetahuan baru yang bersifat khusus. Berpikir logis : Induktif berbeda dengan berpikir logis : deduktif.

Berpikir logis : Induktif, menurut beliau Zainal A. Hasibuan PhD, merupakan sebuah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat khusus dan kemudian menyampaikannya dalam pengetahuan baru yang bersifat umum.

Daftar Pustaka

Hasibuan, Zainal A. 2007. Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi:Konsep, Teknik, Dan Aplikasi. Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Pengertian Penelitian. http://www.kampus-info.com/2012/05/pengertian-penelitian.html. Diakses tanggal 18 Januari 2013.

Empat Komponen Utama Metode Penilitian. 2009. http://tesisdisertasi.blogspot.com/2009/12/empat-komponen-utama-metode-penelitian.html. Diakses tanggal 18 Januari 2013.

Jenis-jenis Penelitian. 2010. http:// leopark62.wordpress.com/2010/10/27/jenis-jenis-penelitian. Diakses tanggal 18 Januari 2013.

Cara Melakukan Penelitian. (n.d.). http://id.shvoong.com/how-to/writing/2178052-cara-melakukan-penelitian. Diakses tanggal 18 Januari 2013.

Kelompok 4

Nelly Fela [682010011] Barbara C.B Seroan [682010070] Christy Susanti [682010027]
Rai Veronica Hanathacia [682010080] Feby Apriyanti Djoko Oes [682010053]

  1. Penelitian adalah: Pemeriksaan yang teliti, Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum( Kamus besar Bahasa Indonesia (2001))

Tujuannya adalah untuk menemukan jawaban atas persoalan yang berarti, melalui penerapan prosedur ilmiah.

Empat Komponen Utama Metode Penelitian

1. Sumber Data

  • Sumber Data Primer Kuantitatif :

Sumber data primer kuantitatif (kumpulan skor jawaban) adalah sejumlah responden yang disebut Sampel Penelitian. Teknik atau cara yang digunakan untuk penarikan Sampel Penelitian antara lain Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak (Stratified Random Sampling Technique), Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak Proporsional (Stratified Random Sampling Proporsional Technique), Teknik Slovin, dan Teknik Kluster.

  • Sumber Data Primer Kualitatif :

Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian. Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique.

  • Sumber Data Sekunder :

Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen-dokumen, internet, dan media cetak. Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku.

2. Jenis Data

  • Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya. Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Kualitatif didapat langsung dari Informan Penelitian.
  • Data Sekunder adalah jenis data yang tidak langsung didapat dari sumbernya. Contoh : data sekunder dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.

3. Teknik Pengumpulan Data

  • Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.
  • Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian. Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2).
  • Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan.

4. Metode Analisis Data

  • Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka-angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain untuk Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.
  • Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata-kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan atau membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik.
  1.  Secara intuitif, urgensi penelitian dapat dikembangkan dari arti kata “urgensi”, yakni tingkat pentingnya (kepentingan). Urgensi penelitian dapat dikatakan sebagai tingkat pentingnya melakukan penelitian. Dalam penelitian (termasuk skripsi), kegiatan meneliti akan dikatakan memiliki urgensi yang tinggi jika pelaksanaan kegiatan tersebut akan memberikan hasil yang bermanfaat. Dengan kata lain, suatu kegiatan penelitian dikatakan urgen jika output penelitian dapat menyelesaikan masalah secara strategis.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaiannya tujuan. Seandainya dalam penelitian, tujuan dapat tercapai dan rumusan masalah dapat dipecahkan secara tepat dan akurat. Kegunaan penelitian mempunyai dua hal yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan (secara teoritis) dan membantu mengatasi, memecahkan dan mencegah masalah yang ada pada objek yang diteliti.

Beberapa pandangan penelitian secara umum menurut para ahli :

a)      Kerlinger (1986) adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh kerlinger agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional lainnya.

b)      Woody (dalam Danim, 2002):

Penelitian merupakan metode untuk menemukan kebenaran , disamping itu juga merupakan suatu pemikiran kritis.

c)      Pearson (dalam Whitney, 1960):

Penelitian adalah pencarian atas  sesuatu secara sistematik dan dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.

d)     penny (1975): penelitian adalah pemikiran yang sistematik mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpuylan dan penafsiran fakta-fakta.

Dalam pelaksanaannya, penelitian mempunyai beberapa tahapan yaitu Identifikasi masalah, studi pustaka / literature, rancangan penelitian, pengolahan data dan kesimpulan, atau lebi jelasnya sebagai berikut:

1. Tahap memilih masalah penelitian

Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan yang cukup penting untuk dijadikan masalah penelitian.  Selain itu, masalah tersebut harus juga merupakan masalah yang belum ada jawabnya (belum terjawab), tetapi sarana untuk mencari jawaban itu, yakni melalui pengumpulan dan analisa data, dapat diperoleh.

2. Tahap analisis

Sesudah masalah yang akan diteliti didefinisikan, tahap berikutnya adalah tahap analisis.  Tahap ini memerlukan pengkajian yang mendalam atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin telah dilakukan tentang masalah tersebut.  Pembahasan hasil penelitian yang terkait ini sangat diperlukan guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai masalah penelitian tersebut, serta agar dapat memberikan latar belakang bagi perumusan hipotesis yang merupakan aspek penting dari tahap analisis ini.

3. Tahap memilih strategi penelitian dan membuat/memilih instrument

Masalah penelitian yang dipilih akan menentukan metode penelitian yang harus digunakan.  Ada masalah yang memerlukan eksperimehn, ada pula yang mungkin dapat diatasi dengan memakai strategi penelitian deskriptif.  Berikutnya, pemilihan metode penelitian akan mempengaruhi penyusunan rancangan penyelidikan (design) dan prosedur pengukuran variabel.

4. Tahap mengumpulkan dan menafsirkan data

Konsekuensi-konsekuensi hipotesis penelitian yang dicapai melalui deduksi harus diuji terlebih dahulu.  Oleh karena itu, tahap ini memerlukan pengumpulan data.  Berbeda dari anggapan umum, tahap ini biasanya tidak memerlukan waktu yang lebih singkat daripada tahap-tahap perencanaan sebelumnya. Sesudah dikumpulkan, selanjutnya data (informasi) yang telah dikumpulkan itu harus dianalisis, biasanya dengan menggunakan statistic.  Setelah itu, peneliti melakukan penafsiran yang tepat  terhadap hasil penelitian yang diperoleh.

5. Tahap melaporkan hasil penelitian

Agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pengetahuan, hasil penelitian itu harus dikomunikasikan ke kalangan akademisi.  Untuk itu, peneliti harus berusaha agar prosedur, hasil, dan kesimpulan penelitiannya disajikan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain, yang mungkin berminat terhadap masalah tersebut.  Biasanya diperlukan suatu penyajian yang jelas dan ringkas entang langkah-langkah yang telah ditempuh dalam penelitian itu.

  1. Jenis-jenis penelitian Kline (1980):
  2. Berdasarkan Tujuan:

1.1. Penelitian Dasar

1.2. Penelitian Terapan

1.3. Penelitian Evaluasi

2. Berdasatkan Metode:

2.1. Penelitian Historis

2.2. Penelitian Deskriptif

2.3. Penelitian Perkembangan

2..4. Penelitian Kasus atau Studi Lapangan

2.5. Penelitian Korelasional

2.6. Penelitian Tindakan

2.7. Penelitian Komparatif

2.8. Penelitian Eksperimental

2.9. Penelitian Kualitatif

3. Berdasarkan tingkat penjelasan:

3.1. Penjelasan deskriptif

3.2. Penjelasan Asosiatif

3.3. Penjelasan Kausalitas.

Cara melakukan penelitian :

    1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
    2. Identifikasi masalah
    3. Studi pustaka / literature
    4. Rancangan penelitian
    5. Pengolahan data
    6. Kesimpulan
    7. Berpikir Logis :
      1. Pendekatan Deduktif

Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

  1. Pendekatan Induktif

Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

DAFTAR PUSTAKA

 

Anggoro, Toha. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : PT Universitas Terbuka.

Sutrisno Hadi, (2001), Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada

Winarno Suratman, (2000). Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarsindo

http://id.wikipedia.org/wiki/Metodologi_penelitian  http://de-kill.blogspot.com/2008/11/konsep-dasar-metodologi-penelitian.html

Kelompok

Stella Lie [682010023] Adrian Wenno [682010010] Mariana Andatu [702010139]

BAB I : Pendahuluan

Penelitian atau riset merupakan terjemahan dari bahasa Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research adalah berasal dari bahasa Perancis recherche.Intinya hakekat penelitian adalah “mencari kembali”. Banyak sekali definisi tentang penelitian yang muncul, salah satu yang cukup terkenal adalah menurut Webster’s New Collegiate Dictionary yang mengatakan bahwa penelitian adalah “penyidikan atau pemeriksaan bersungguh-sungguh, khususnya investigasi atau eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan fakta, revisi atas teori atau dalil yang telah diterima”.

T. Hillway dalam bukunya berjudul Introduction to Research menambahkan bahwa penelitian adalah “studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”. Ilmuwan lain bernama Woody memberikan gambaran bahwa penelitian adalah “metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis)”.

Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah (unscientific method). Pencarian kebenaran secara ilmiah dan non-ilmiah sudah saya bahas di artikel berjudul hakekat kebenaran. Tapi kalau kita lihat dari definisi diatas, penelitian banyak bersinggungan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia. Penelitian yang menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).

Ketidakpuasan manusia terhadap cara-cara non-ilmiah (unscientific) membuat manusia menggunakan cara berpikir deduktif atau induktif. Kemudian orang mulai memadukan cara berpikir deduktif dan induktif, dimana perpaduan ini disebut dengan berpikir reflektif (reflective thinking). Diperkenalkan oleh John Dewey, yang akhirnya menjadi dasar metode penelitian ilmiah.

BAB II : Pembahasan

1. Apa itu penelitian ?

Penelitian atau riset berasal dari bahasa inggris research yang artinya adalah proses pengumpulan informasi dengan tujuan meningkatkan, memodifikasi atau mengembangkan sebuah penyelidikan atau kelompok penyelidikan.

Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1996) penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain. Pada dasarnya riset atau penelitian adalah setiap proses yang menghasilkan ilmu pengetahuan

2. Komponen utama penelitian

Sumber Data Primer Kualitatif :

Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian. Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique. Purposive Sampling Technique adalah cara penentuan sejumlah Informan sebelum penelitian dilaksanakan, dengan menyebutkan secara jelas siapa yang dijadikan informan serta informasi apa yang diinginkan dari masing-masing informan. Snow Ball Technique adalah cara penentuan informan dari satu informan ke informan lainnya yang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, hingga dicapai sejumlah informan yang dianggap telah merepresentasikan berbagai informasi yang diperlukan. Pencatuman sumber data harus disertai dengan nama dan identitas yang jelas. Contoh identitas : Nama lengkap, Jenis Kelamin, Umur, Pekerjaan/Jabatan, Pendidikan Terakhir.

Sumber Data Sekunder :

Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen-dokumen, internet, dan media cetak. Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku. Contoh : jika diletakan dimuka kutipan : Robbins (1999:87) atau Robbins (dalam Thoha, 2001 :32); jika diletakan dibelakang kutipan : (Robbins,1999:87). Untuk pengutipan data, pencantuman sumber data menggunakan footnote yang diletakan di bawah tabel data. Contoh : Sumber : Bappeda Kabupaten Bogor, 2005. Untuk pengutipan informasi, pencantuman sumber data menggunakan runingnote. Contoh : (Harian Kompas, Senin, 2/8/2005) atau http://www.aseansec.org/5804.html

Jenis Data

Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya. Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Kualitatif didapat langsung dari Informan Penelitian.

Data Sekunder adalah jenis data yang tidak langsung didapat dari sumbernya. Contoh : data sekunder dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.

Teknik Pengumpulan Data

Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.

Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian. Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2)

Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan.

Metode Analisis Data

Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka-angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain untuk Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.

Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata-kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan atau membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik.

Contoh Penyususunan Metode Penelitian

Penerapan Metode Penelitian dalam penyusunan Proposal Penelitian disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut :

3.1 Disain Penelitian

3.2 Definisi dan Operasionalisasi Variabel Penelitian

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

3.4 Teknik Pengumpulan Data

3.5 Metode Analisis Data

3.6 Rancangan Uji Hipotesis

3.7 Jadual Penelitian

3. Urgensi penelitian ?

Menurut Hadi Paramu Secara intuitif, urgensi penelitian ini dapat dikembangkan dari arti kata “urgensi”, yakni tingkat pentingnya (kepentingan). Urgensi penelitian dapat dikatakan sebagai tingkat pentingnya melakukan penelitian. Analog dengan kehidupan sehari-hari, sesuatu akan dapat dikatakan urgen jika sesuatu tersebut tidak ada atau tidak dilakukan atau semacamnya maka hasil optimal atau terbaik tidak dipeoleh.

Contoh : pada masa ujian tengah/akhir semester, belajar lebih intens bagi mahasiswa adalah sesuatu yang urgen karena kalau hal tersebut tidak dilakukan maka hasil ujian tidak akan optimal.

4. Manfaat Penelitian

Menurut Acynolstat

Manfaat atau Kegunaan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama bagi sekolah, guru, dan siswa serta seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Contoh Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baiksecara langsung maupun tidak langsung antara lain:

1. Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Hasil penelitian ini dapat memberi sumbangan yang sangat berharga pada perkembangan ilmu pendidikan, terutama pada penerapan model-model pembelajaran untuk meningkatkan hasil proses pembelajaran dan hasil belajar di kelas.

2. Bagi Sekolah

Sebagai bahan masukan bagi sekolah untuk memperbaiki praktik-praktik pembelajaran guru agar menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa meningkat.

3. Bagi Siswa

Meningkatkan hasil belajar dan solidaritas siswa untuk menemukan pengetahuan dan mengembangkan wawasan, meningkatkan kemampuan menganalisis suatu masalah melalui pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif.

4. Bagi Guru atau Calon Peneliti

Sebagai sumber informasi dan referensi dalam pengembangan penelitian tindakan kelas dan menumbuhkan budaya meneliti agar terjadi inovasi pembelajaran.

5. Bagi Peneliti

Sebagai sarana belajar untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan terjun langsung sehingga dapat melihat, merasakan, dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan selama ini sudah efektif dan efisien.

5. Pandangan-pandangan tentang penelitian

* Menurut David H Penny, Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

* Menurut J. Suprapto, Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.

* Menurut Mohammad Ali, Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.

* Menurut Sutrisno Hadi, Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

* Menurut Fellin, Tripodi & Meyer (1996) => Penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.

* menurut Kerlinger (1986: 17-18) =>Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisihipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena.

6. Tahapan – Tahapan Penelitian

Penelitian terdiri atas beberapa tahapan yang saling terkait antara satu dengan yang

lainnya. Dimana tahapan-tahapan itu pada umumnya terdiri dari:

1. Identifikasi masalah

2. Perumusan masalah

3. Penelusuran pustaka

4. Rancangan penelitian

5. Pengumpulan data

6. Pengolahan data

7. Penyimpulan Hasil.

7. Jenis – Jenis Penelitian

1.PenelitianDeskriptif

Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung.
Fenomena disajikan secara apa adanya hasil penelitiannya diuraikan secara jelas dan gamblang tanpa manipulasi oleh karena itu penelitian ini tidak adanya suatu hipotesis tetapi adalah pertanyaan penelitian. Analisis deskriptif dapat menggunakan analisis distribusi frekuensi yaitu menyimpulkan berdasarkan hasil rata-rata. Hasil penelitian deskriptif sering digunakan, atau dilanjutkan dengan melakukan penelitian analitik.
Jenis penelitian yang termasuk dalam kategori deskriptif adalah studi kasus dan penelitian surey.

2. Penelitian Studi Kasus
Studi kasus merupakan rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif; Misalnya satu pasien, keluarga, kelompok, komunitas atau institusi. Meskipun jumlah subyek cenderung sedikit, jumlah variabel yang ditiliti sangat luas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui semua variabel yang berhubungan dengan masalah penelitian.
Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Deskripsi dari studi kasus tergantung dari keadaan kasus tetapi tetap mempertimbangkan waktu. Keuntungan yang peling besar dari desain ini adalah pengkajian secara rinci meskipun jumlah dari responden sedikit, sehingga akan didapatkan gambaran satu unit subyek secara jelas. Misalnya, studi kasus tentang asuhan keperawatan pasien dengan typoid di RS. Peneliti akan mengkaji variabel yang sangat luas dari kasus diatas mulai dari menemukan masalah bio-psiko-sosio-spiritual.

3. Penelitian Survey

Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun, 1998). Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Survey adalah suatu desain yang digunaan untuk penyelidikan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu popilasi. Pada survey tidak ada intervensi, survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang,pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai.
Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Penggalian data melalui kuisioner dapat dilakukan tanya jawab langsung atau melalui telepon, sms, e-mail maupun dengan penyebaran kuisioner melalui surat. Wawancara dapat dilakukan juga melalui telepon, video confeence maupun tatap muka-langsung. Keuntungan dari survey ini adalah dapat memperoleh berbagai informasi serta hasil dapat dipergunkan untuk tujuan lain. Akan tetapi informasi yang didapat sering kali cenderung bersifat superfisial. Oleh karena itu pada penelitian survey akan lebih baik jika dilaksanakan analisa secara bertahap.
Pada umumnya survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin sample besar, semakin hasilnya mencerminkan populasi. Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud penjajakan (eksploratif), menguraikan (deskriptif), penjelasan (eksplanatory) yaitu untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesa, evaluasi, prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan dating, penelitian operational dan pengembangan indikaor-indikator social.

4. Penelitian Hubungan/korelasional (minimal 2 variabel penelitian).
Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mencari atau menguji hubungan antara variabel. Peneliti mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkenalkan, menguji berdasarkan teori yang ada. Desain yang sering digunakan adalah cross-sectinal.
Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel, Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti variasi variabel yang lain. Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan minimal dua variabel.
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis alternatif (H1) yang berbunyi ”Ada hubungan antara variabel x dan y” dan hipotesis nol (HO) yang berbunyi ” Tidak ada hubungan antara variabel x dan y”.

Skema Penelitian Deskriprif Korelasional

Variabel X ———–Variabel Y
Interpretasi Hub.
Penilaian dari interpeasi ini adalah semakin mendekati nilai positif atau negatif satu (-/+ 1) adalah semakin signifikan atau semakin erat hubungannya.
Nilai ( + 1 )berarti semakin tinggi nilai variabel x semakin tinggi
Nilai variabel y

dan Nilai( – 1) berarti semakin rendah nilai vari abel x semakin rndah pula nilai variabel y nya.

5. Jenis Penelitian Komparasi/ Perbedaan
Penelitian komparasi atau perbedaan adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk membedakan atau membandingkan hasil penelitian antara dua kelompok penelitian.
Ada dua hal kelompok penelitian yaitu dua kelompok penelitian yang berbeda dan tidak saling berhubungan dan dua kelompok penelitian yang saling berhubungan.
Analisis yang digunakan adalah:
1. Analisis T. Test, Analisis Wilcoson atau mc nemar analisa ini digunakan untuk uji beda dua kelompok untuk data interval , rasio, dua kelompok yang berbeda tidak saling berhubungan (independent-sampel T test).
2. Analisis Paired t test, Jika dua kelompok mempunyai anggota yang sama dan mempunyai korelasi maka dipergunakan uji sampel berpasangan .
6. Jenis Penelitian pengaruh
Penelitian ini ditujukan untuk menguji variabel independen terhadap variabel dependen. Karakteristik desain pengaruh adalah sebagai berikut:
1. variable independent menentukan intensitas variabel dependen
2. Dapat dijelaskan mekanisme perubahannya, (Tetapi) bukan sebagai penyebab (causation)
3. Jenis desain yang dipergunakan adalah eksperimental yaitu
a. True Expeimental (satu kelompok tidak dilakukan intervensi)
b. Quasy Experimental (satu kelompok dilakukan intervensi sesuai dengan metode yang dikehendai, kelompok lainnya dilakukan seperti biasanya)
c. Pre-Experimental: post only; pre-post. Satu kelompok dilakukan intervensi X dan kelompok lain dilakukan intervensi Y.

8. Cara Melakukan Penelitian

1. Penetapan Permasalahan (State General Problem)

Ungkapkan sesuatu secara umum (ide). Bila kita ingin melakukan kegiatan penelitian ilmiah maka mulailah dengan menetapkan masalah yang ingin kita angkat dalam suatu penelitian. Penetapan permasalahan berisikan pernyataan yang bersifat umum terhadap permasalahan yang akan diamati. Misalnya bagaimana mengatasi pertumbuhan jumlah manusia di dunia ini yang berlangsung secara eksponsial. Pada perumusan permasalahan harus ada statement yang dihancurkan sebagai general problemnya. Kita juga perlu mempelajari scientific reasoning agar kita bisa lebih memahami dan memanfaatkan informasi ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini diberikan beberapa contoh pertanyaan yang memerlukan jawaban secara ilmiah (riset):

• Benarkah alam ini terus mengalami perkembangan (expanding) ?

• Apakah krisis energi benar-benar terjadi?

• Apakah merokok menyebabkan penyakit kanker paru-paru ?

Semua pertanyaan diatas dapat dijawab dengan melakukan penelitian untuk memberikan jawaban dan fakta-fakta yang didukung oleh teori dan data-data yang akurat serta dapat dipercaya kebenarannya.

2. Pencarian literatur (Conduct Literature Search)

Untuk mendukung ide yang kita dapatkan, kita mesti mencari literatur yang terkait dengan ide. Baik berupa buku, artikel, majalah, jurnal dan lain sebagainya. Bahanbahan yang kita dapatkan dari literatur ini berupa posisi relatif dari topik, ide, atau problem yang diteliti dan digambarkan dalam suatu kerangka penelitian, dimana nantinya kerangka tersebut akan memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan (knowladge).

Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.

Daftar literatur yang dikumpulkan harus terkait dengan permasalahan. Literatur tersebut berupa berbagai teori, teknik, metode, temuan-temuan lainnya yang pernah digunakan oleh orang lain untuk mengatasi/menjawab permasalahan di atas. Selain itu, dalam mencari literatur perlu dilakukan analisa terhadap kelemahan, kelebihan, persamaan, perbedaan, dari berbagai teori, teknik, metode dari hasil rangkuman dan ringkasan dari literatur tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menginterpretasikan penelitian yang akan kita lakukan dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang disajikan dalam konteks yang berbeda. Setelah semua bahan terkumpul, daftarkan atau cantumkan semua literatur yang terkait dengan masalah (buat list-nya) pada bagian daftar pustaka.

3. Merancang masalah yang Lebih Spesifik (State Spesific Problem)

Uraikan permasalahan yang dimulai dari permasalahan yang bersifat umum ke masalah yang lebih khusus (spesifik), misalnya:

• Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan alam terus mengalami perkembangan?

• Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah manusia?

• Faktor-faktor apa saja yang membuat SI dapat meningkatkan kinerja perusahaan

Dengan statement permasalahan diatas banyak hal yang dapat kita uraikan untuk menjawab problem statement-nya.

4. Membuat Desain Penelitian (Design Methodology)

Desain penelitian berisikan pengetahuan, algoritma, metode, produk (sistem), model dan lain sebagainya. Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian. Secara garis besar ada dua macam tipe desain, yaitu desain ex post facto dan desain eskperimental. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain ini ialah pada desain ex post facto tidak terjadi manipulasi varaibel bebas sedang pada desain yang eksperimental terdapat manipulasi variable bebas. Tujuan utama penggunaan desain yang ex post facto ialah bersifat eksplorasi dan deskriptif, sedang desain eksperimental bersifat eksplanatori (sebab akibat).

Untuk mencari jawaban dari specific problem, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain adalah dengan melakukan setting experiment. Selain itu juga harus dicari instrumen apa yang akan digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut. Tentukan objek dan variabel yang akan diukur dengan jelas dan tepat. List langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk menjawab masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Gunakan berbagai macam teknik, alat (tools), instrumen, dan sebagainya yang tepat untuk setiap tahapan. Tahapan tersebut merupakan bagian dari metodologi yang nantinya akan dapat membedakan antara metodologi yang satu dengan metodologi lainnya.

Bila kita ingin melakukan penelitian, maka objek yang diteliti harus jelas. Ada kalanya pada saat akan melakukan penelitian peneliti belum mengetahui apa dan siapa yang akan menjadi objeknya. Contoh, bila kita ingin membangun dan mengetahui Sistem Informasi bagi tenaga eksekutif, tetapi yang diinterview bukan tenaga eksekutif melainkan tenaga pendukung. Hal ini berarti objeknya tidak tepat atau tidak sesuai dengan apa yang ingin diteliti. Begitu juga dengan penetapan variable yang juga harus jelas. Variable merupakan sesuatu yang berubah-ubah dimana kinerjanya sebagai baseline, dimana dalam variable ada ketetapan waktu, budget, tenaga yang diperlukan untuk mengukur maupun memproses sesuatu. Pengukurannya bisa dilakukan dengan timer, simple numeric untuk mengukur kinerja, budget dan lain sebagainya. Variabel ini erat kaitannya dengan validitas dan reliabilitas dari data yang dikumpulkan.

5. Pengumpulan Data (Gather Data)

Data ada bermacam-macam, data yang didapatkan dalam penelitian tidak hanya berupa angka-angka saja. Secara umum terdapat dua macam data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Namun ada juga data yang didapatkan denngan menggabungkan atau mengkombinasikan kedua data tersebut. Kumpulkan data-data dalam bentuk tabel, grafik, gambar dan lain sebagainya Setiap penelitian harus ada data kuantitaif, data kualitatif serta data kombinasi. Bila perlu susun dan katagorisasikan data berdasarkan waktu, produktivitas, divisi dan sebagainya.

Banyak pilihan atau cara untuk menginterpretasikan dan menganalisis data. Analisis data dipilih sesuai dengan data yang kita dapatkan. Bila sampelnya respresentatif bisa digunakan uji-uji tertentu.

6. Analisa Data (Analyze Data)

Pengolahan data atau analisa data merupakan proses pra-analisa yang mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) editing data, 2) pengembangan variable, 3) pengkodean data, 4) cek kesalahan, 5) membuat struktur data, 6) cek preanalisa komputer, 7) tabulasi. Interpretasikan hasil pengamatan atau hasil penelitian. Interpretasikan data yang sebelum melakukan penelitian dengan data sesudah melakukan penelitian. Misalnya dalam sebuah organisasi kinerjanya meningkat. Uraikan dengan jelas alasannya, misalnya karena bisnis prosesnya sudah disederhanakan atau karena data yang terkumpul tingkat akurasinya tinggi, dan lain sebagainya.

7. Hasil Penelitian (Report Results)

Dalam menulis laporan penelitian atau laporan akhir, kita harus berani mengemukakan dan menuliskan apa yang kita dapatkan selama melakukan penelitian tersebut. Dengan kata lain kita harus mampu menginterpretasikannya secara objektif. Bila hasilnya tidak pasti, ada baiknya kita buat dalam bentuk statement berupa pertanyaan-pertanyaan saja. Yang perlu diingat adalah bahwa jangan pernah membuat interpretasi penelitian secara subjektif. Misalnya, sistem ini meningkat, sistem ini lebih baik, tapi tidak ada base linenya karena suatu sistem bisa dikatakan baik namun belum tentu mampu meningkatkan kinerja yang ada. Tuntaskan interpretasi yang kita buat. Bagaimana faktor-faktor tersebut memberikan kontribusi bagi perusahaan yang menggunakan Sistem Informasi. Untuk membuat suatu tulisan yang memaparkan hasil penelitian perlu di dukung dengan adanya berbagai literatur serta sistematis tulisan ilmiah yang akan dibuat. Penulisan hasil laporan dibuat untuk berbagai tujuan yang salah satunya adalah untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Membuat laporan hasil penelitian merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan penelitian. Penulisan laporan penelitian sebaiknya mencakup langkah-langkah penulisan laporan ilmiah yang baik dan benar. Penulisan laporan sangat terkait dengan jenis dan bentuk laporan itu sendiri. Hal tersebut terkait dengan cara penyajian laporan yang akan dibuat agar dapat dimengerti dan dipahami oleh orang yang membacanya.

Contoh, hipotesis awal (H0) kita buat bahwa SI yang akan dibangun akan meningkatkan jumlah customer 10% dalam 1 tahun mendatang tanpa dibatasi dengan jarak. Bila jumlahnya meningkat, hal ini bisa berarti karena jumlah customer tidak terbatas pada daerah JaBoDeTaBek saja, tapi juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia yang bisa mengakses web yang sudah kita buat. Namum waktu kita teliti setelah satu tahun ternyata kenyataannya jumlah customer menurun. Interprestasinya diposting dalam pertanyaan. Ada kemungkinan disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat dan juga bisa juga disebabkan oleh inflasi yang signifikan. Padahal dalam penelitian ini kita tidak meneliti mengenai daya beli dan inflasi, tapi peningkatan terjadi penurunan performance dalam perusahaan. Jika kasusnya seperti itu ada baiknya dalam saran yang dibuat ditampilkan atau dijabarkan bahwa selain faktor-faktor internal, faktor-faktor eksternal juga perlu mendapat perhatian.

8. Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan setelah semua laporan hasil penelitian dilakukan. Setiap kesimpulan yang dibuat oleh peneliti didasarkan pada data-data yang telah dikumpulkan. Kesimpulan yang diambil harus berupa jawaban dari permasalahan. Untuk membuat kesimpulan, review kembali kelemahan-kelemahan yang ada dalam penelitian serta jelaskan kenapa kelemahan itu bisa terjadi dan berikan solusi untukmemperbaikinya. Rangkum isi kesimpulan dengan tidak merumuskan kesimpulan berdasarkan pengetahuan umum dan hindari kata-kata yang dapat menimbulkan keragu-raguan seperti kiranya, mungkin, dan lain sebagainya. Yang terpenting dari bab ini adalah utarakan future research agar orang lain dapat melanjutkan penelitian ini pada penelitian berikutnya.

Selain model umum yang telah dijelaskan di atas, masih ada model riset lainnya seperti:

• Menetapkan permasalahan

• Membuat pola pikir yang dibangun dari kerangka terlebih dahulu.

• Lakukan statement-statement yang punya kebenaran

• Formulasikan hipotesisnya

• Uji hipotesis

• Simpulkan

1. Penelitian Observasi

Dengarkan secara langsung keluhan-keluhan yang ada di lapangan dan adakan eksploratif sendiri secara singkat.

2. Diskusi-diskusi

Diskusi ini termasuk di dalamnya diskusi resmi atau diskusi tidak resmi. Ikuti dengan seksama diskusi tersebut dan kutip masalah-masalah yang timbul dalam diskusi tersebut.

3. Dosen-dosen atau ahli riset

Pada umumnya dosen menguasai suatu bidang ilmu tertentu secara lebih baik daripada orang lain.

4. Bibliographi

Sumber bibliografi yang dapat dijadikan sumber problem adalah journal, encyclopedia, review, skripsi/tesis, disertasi, buku-buku teks, majalah, buletin, research report dan lain sebagainya.

9. Berpikir Logis : deduktif & induktif

* Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum serta menyimpulkan pengetahuan baru yang bersifat khusus. Penalaran deduktif ini bersifat silogisme, dalam arti penalaran deduktif ini merupakan suatu argumen yang terdiri dari premis-premis dan kesimpulan. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi 1.

*Penalaran Induktif

Penalaran induktif berasal dari pengetahuan sebelumnya mengenai sejumlah kasus sejenis, bersifat khusus, individual dan konkrit. Logika induktif berasal dari pengetahuan baru yang disimpulkan dari pengetahuan yang sebelumnya. Pengetahuan baru tersebut bersifat umum. Pada prinsipnya berpikir induktif alur pikirnya dimulai dari hal yang spesifik (khusus) ke arah yang lebih umum. Argumen induktif yang baik merupakan argumen yang benar dengan premis yang bisa memberikan alasan yang jelas dan benar tentang kebenaran dari kesimpulan. Ada beberapa hal yang terkait dengan berpikir induktif yaitu fakta-fakta, premis, kesimpulan dan argumen.

Premis:

Jarak Jakarta-Surabaya kurang dari 750 km, atau antara 750 dan 1500 km, atau lebih besar dari 1500 km.

Jarak Jakarta-Surabaya tidak lebih kecil dari 750 km.

Jarak Jakarta-Surabaya tidak lebih besar dari 1500 km.

Kesimpulan:

Maka jarak Jakarta-Surabaya antara 750 km sampai 1500 km.

Apakah argumen di atas sahih (valid)?

Berikut ini adalah beberapa tipe berpikir induktif (types of inductive argument):

• A strong inductive argument: suatu argumen dimana premis-premisnya memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.

• A weak inductive argument: suatu argumen dimana premis-premisnya tidak memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.

• A good inductive argument: suatu induktif argumen yang kuat dengan premispremis yang benar.

Contoh Penalaran Induktif

Premis:

1. Apel 1 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam

2. Apel 2 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam

3. Apel 3 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam

Kesimpulan:

Jadi semua apel keras, warnanya hijau, dan rasanya masam

BAB III : Penutup

A. Kesimpulan

Jenis-jenis penelitian sangat beragam macamnya, disesuaikan dengan cara pandang dan dasar keilmuan yang dimiliki oleh para pakar dalam memberikan klasifikasi akan jenis penelitian yangdiungkapkan. Namun demikian, jenis penelitian secara umum dapat digolongkan sebagaimana yang akandipaparkan berikut ini.

• Jenis Penelitian Menurut Tujuan

Jenis penelitian menurut tujuan terdiri dari:

a.Penelitian Eksploratif

Jenis penelitian eksploratif, adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatuyang baru. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokkan suatu gejala, fakta, dan penyakittertentu. Penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya.

b.Penelitian Pengembangan

Jenis penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan aspek ilmu pengetahuan.Misalnya: penelitian yang meneliti tentang pemanfaatan terapi gen untuk penyakit-penyakit menurun.

c.Penelitian Verifikatif

Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena. Misalnya saja,masyarakat mempercayai bahwa air sumur Pak Daryan mampu mengobati penyakit mata dan kulit.Fenomena ini harus dibuktikan secara klinik dan farmakologik, apakah memang air tersebut mengandungzat kimia yang dapat menyembuhkan penyakit mata.

• Jenis Penelitian Menurut Waktu)

Penelitian Longitudinal

Penelitian longitudinal adalah penelitian yang dilakukan dengan ciri: waktu penelitian lama,memerlukan biaya yang relatif besar, dan melibatkan populasi yang mendiami wilayah tertentu, dandipusatkan pada perubahan variabel amatan dari waktu ke waktu. Penelitian ini secara umum bertujuanuntuk mempelajari pola dan urutan perkembangan dan/atau perubahan sesuatu hal, sejalan dengan berlangsungnya perubahan waktu. Jenis penelitian ini sering digunakan pada penelitian lingkup Epidemiologi dengan beberapa rancangan yang khas, seperti kohort, cross-sectional, dan kasus kontrol.

a.Kohort

Penelitian kohort sering juga disebut penelitian followup atau penelitian insidensi, yang dimulaidengan sekelompok orang (kohor) yang bebas dari penyakit, yang diklasifikasikan ke dalam sub-kelompok tertentu sesuai dengan paparan terhadap sebuah penyebab potensial terjadinya penyakit atau outcome

Penelitian kohort memberikan informasi terbaik tentang penyebab penyakit dan pengukurannyayang paling langsung tentang resiko timbulnya penyakit. Jadi ciri umum penelitian kohort adalah :

dimulai dari pemilihan subyek berdasarkan status paparan. b.melakukan pencatatan terhadap perkembangan subyek dalam kelompok studi amatan.c.dimungkinkan penghitungan laju insidensi (ID) dari masing-masing kelompok studi.d.peneliti hanya mengamati dan mencatat paparan dan penyakit dan tidak dengan sengajamengalokasikan paparan.Oleh karena penelitian kohort diikuti dalam suatu periode tertentu, maka rancangannya dapat bersifat restropektif dan prospektif, tergantung pada kapan terjadinya paparan pada saat peneliti maumengadakan penelitian.Rancangan penelitian kohort prospektif, jika paparan sedang atau akan berlangsung, pada saat penelitian memulai penelitiannya. Rancangan kohort retrospektif, jika paparan telah terjadi sebelum peneliti memulai penelitiannya. Jenis penelitian ini sering disebut sebagai penelitian prospektif historik.

b.Penelitian cross-sectional (Lintas-Bagian)

Penelitian lintas-bagian adalah penelitian yang mengukur prevalensi penyakit. Oleh karena ituseringkali disebut sebagai penelitian prevalensi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan penyakit dengan paparan dengan cara mengamati status paparan dan penyakit secara serentak padaindividu dari populasi tunggal pada satu saat atau periode tertentu.Penelitian lintas-bagian relatif lebih mudah dan murah untuk dikerjakan oleh peneliti dan amat berguna bagi penemuan pemapar yang terikat erat pada karakteristik masing-masing individu. Data yang berasal dari penelitian ini bermanfaat untuk: menaksir besarnya kebutuhan di bidang pelayanan kesehatandari populasi tersebut. Instrumen yang sering digunakan untuk memperoleh data dilakukan melalui:survei, wawancara, dan isian kuisioner.

• Jenis Penelitian Menurut Bidang Ilmu

i.  Pendidkan

ii. Ekonomi

Daftar Pustaka

http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2073472-pengertian-penelitian-menurut-para-ahli/

http://tesisdisertasi.blogspot.com/2009/12/empat-komponen-utama-metode-penelitian.html

http://hadiparamu.wordpress.com/2010/10/08/urgensi-penelitian/

http://wayanweb.wordpress.com/ptk/pendahuluan/kegunaan-hasil-penelitian/

http://rieajah.wordpress.com/2012/01/07/metode-penelitian-tugas-rie-mata-kuliah-metode-penelitian/

http://basirunjenispel.blogspot.com/

http://materi.uniku.ac.id/Ebook/DISC%204%20-%20KUMPULAN%20EBOOK/BUKU%20METODE%20PENELITIAN%20PADA%20BIDANG%20IKOM%20%26%20TI%20(ZAINAL%20A%20HASIBUAN).pdf

 

Kelompok

Amos Styven Sunbanu [682006710] Krisaldi Pampei  [672010170]

Aleksandro S. Mone [672010266] Jodha Dwi Wira Buji [672010281]

1. Pengertian Penelitian

Penelitian merupakan suatu proses mencari sesuatu secara sistimatis dalam waktu yang relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah dengan prosedur maupun aturan yang berlaku.

Kegiatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan dengan penelitian. Penelitian itu sendiri bertujuan untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru atau menerapkan teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Penelitian dilakukan dengan metode ilmiah. Jadi, penelitian adalah kegiatan yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan ilmu pengetahuan atau menerapkan teknologi.

Perkembangan suatu bidang ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kepentingan atau kebutuhan lahirnya teori baru, keberadaan teori lama sebagai batu pijakan, pengaruh teori dari bidang ilmu pengetahuan lainnya, serta metodologi ilmu pengetahuan yang dipergunakan.

2.      Komponen Utama Penelitian

Untuk komponen utama penelitian sendiri dapat kita lihat dari beberapa bagian:

2.1  Sumber Data

Sumber data primer kuantitatif (kumpulan skor jawaban) adalah sejumlah responden yang disebut Sampel Penelitian. Sampel ini diambil dengan cara tertentu dari keseluruhan populasi yang dijadikan subyek penelitian. Sejumlah responden yang dijadikan Sampel Penelitian dipandang sebagai sumber data yang dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik atau cara yang digunakan untuk penarikan Sampel Penelitian antara lain Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak (Stratified Random Sampling Technique), Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak Proporsional (Stratified Random Sampling Proporsional Technique), Teknik Slovin, dan Teknik Kluster. Teknik-teiknik pengambilan sampel ini digunakan bila subyek yang dijadikan populasi penelitian terlalu banyak jumlahnya. Namun bila subyek yang menjadi populasi penelitian jumlahnya tidak mencapai 100 orang, maka sebaiknya digunakan Teknik Sensus (seluruh subyek diambil).

Sumber Data Primer Kualitatif :

Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian. Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique. Purposive Sampling Technique adalah cara penentuan sejumlah Informan sebelum penelitian dilaksanakan, dengan menyebutkan secara jelas siapa yang dijadikan informan serta informasi apa yang diinginkan dari masing-masing informan. Snow Ball Technique adalah cara penentuan informan dari satu informan ke informan lainnya yang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, hingga dicapai sejumlah informan yang dianggap telah merepresentasikan berbagai informasi yang diperlukan. Pencatuman sumber data harus disertai dengan nama dan identitas yang jelas. Contoh identitas: Nama lengkap, Jenis Kelamin, Umur, Pekerjaan/Jabatan, Pendidikan Terakhir.

Sumber Data Sekunder :

Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen-dokumen, internet, dan media cetak. Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku. Contoh : jika diletakan dimuka kutipan : Robbins (1999:87) atau Robbins (dalam Thoha, 2001 :32); jika diletakan dibelakang kutipan : (Robbins,1999:87). Untuk pengutipan data, pencantuman sumber data menggunakan footnote yang diletakan di bawah tabel data. Contoh : Sumber : Bappeda Kabupaten Bogor, 2005. Untuk pengutipan informasi, pencantuman sumber data menggunakan runingnote. Contoh : (Harian Kompas, Senin, 2/8/2005).

2.2     Jenis Data

Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya. Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Kualitatif didapat langsung dari Informan Penelitian. Data Sekunder adalah jenis data yang tidak langsung didapat dari sumbernya. Contoh : data sekunder dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.

2.3    Teknik Pengumpulan Data

Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak. Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian. Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2) Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan.

2.4    Metode Analisis Data

Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka-angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain untuk Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.

Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata-kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan atau membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik.

3.    Urgensi Penelitian

Apa urgensi penelitian itu?

Dalam dunia perkuliahan, istilah penelitian itu tidak asing lagi, karena pada akhirnya nanti kita dituntut untuk mampu meneliti. Secara umum meneliti sering diartikan mengungkap suatu hal, kejadian yang nantinya dapat menemukan sebuah jawaban yang dapat berguna bagi kemaslahatan umat manusia. Sebenarnya, definisi yang jelas tentang hal ini tidak ada. Secara intuitif, urgensi penelitian ini dapat dikembangkan dari arti kata “urgensi”, yakni tingkat pentingnya (kepentingan). Urgensi penelitian dapat dikatakan sebagai tingkat pentingnya melakukan penelitian. Analog dengan kehidupan sehari-hari, sesuatu akan dapat dikatakan urgen jika sesuatu tersebut tidak ada atau tidak dilakukan atau semacamnya maka hasil optimal atau terbaik tidak dipeoleh. Misalnya, pada masa ujian tengah/akhir semester, belajar lebih intens bagi mahasiswa adalah sesuatu yang urgen karena kalau hal tersebut tidak dilakukan maka hasil ujian tidak akan optimal.

Serupa dengan hal tersebut, dalam penelitian (termasuk skripsi), kegiatan meneliti akan dikatakan memiliki urgensi yang tinggi jika pelaksanaan kegiatan tersebut akan memberikan hasil yang bermanfaat. Dengan kata lain, suatu kegiatan penelitian dikatakan urgen jika output penelitian dapat menyelesaikan masalah secara strategis.

Masalah penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis penelitian yang akan dilakukan. Untuk penelitian murni/akademis, masalah dapat dikaitkan dengan upaya untuk memverifikasi teori atau upaya untuk menemukan teori baru. Untuk penelitian terapan, masalah dapat dikonotasikan sebagai permasalahan yang dihadapi masyarakat/lembaga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, suatu penelitian dapat dikatakan memiliki urgensi yang tinggi jika output penelitian (atau simpulan penelitian) mampu memverifikasi teori atau menemukan teori baru, untuk penelitian murni/akademis, atau mampu menyelesaikan problematika riil masyarakat, untuk penelitian terapan.

4.    Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak yang bersangkutan dalam penelitian ini, baik manfaat secara praktis maupun secara teoretis.

  1. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian.
  2.  Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja dalam melakukan penelitian lebih lanjut.

 5.    Pandangan – Pandangan tentang Penelitian

Pengertian penelitian menurut pendapat para ahli:

  1. Menurut Penny (1975) penelitian adalah pemikiran yang sistematik mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
  2. Kerlinger (1986) mengatakan bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang sistematis , terkendali, empiris, dan kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga ada di antara fenomena-fenomena tersebut.
  3. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001), penelitian adalah pemeriksaan yang teliti atau kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.
  4. Menurut Woody (Danim, 2002), penelitian merupakan metode untuk menemukan kebenaran , disamping itu juga merupakan suatu pemikiran kritis.
  5. Pearson ( Whitney, 1960) mengatakan bahwa penelitian adalah pencarian atas sesuatu secara sistematik dan dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.
  6. Menurut Kepmendikbud (1999), penelitian merupakan kegiatan taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.
  7. Pakar lainnya mengatakan bahwa penelitian merupakan pekerjaan ilmiah yang bermaksud mengungkapkan rahasia ilmu secara obyektif, dengan dibentengi bukti-bukti yang lengkap dan kokoh.

Berdasarkan pengertian penelitian menurut pendapat para ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris dan kritis terhadap fenomena-fenomena untuk mencari suatu teori baru, hipotesis dan kebenaran.

6.    Tahapan Penelitian

6.1     Mengidentifikasi Masalah

Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian.

6.2    Membuat Hipotesa

Hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesa, seperti misalnya penelitian deskriptif.

6.3    Studi Literature

Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.

6.4    Mengidentifikasi dan Menamai Variabel

Melakukan identifikasi dan menamai variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang diteliti.

6.5    Membuat Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut. Definisi operasional memungkinan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.

6.6    Memanipulasi dan Mengontrol Variabel

Yang dimaksud dengan memanipulasi variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang dipengaruhinya. Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung.

6.7    Menyusun Desain Penelitian

Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan. Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sample, koleksi data dan analisanya. Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan akan tidak mempunyai validitas yang tinggi.

6.8    Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran

Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitannya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto.

6.9    Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview

Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik. Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Disamping kuesioner, alat pengambilan data juga dapat dilakukan dengan interview. Cara-cara melakukan interview diatur secara sistematis agar dapat memperoleh informasi dan/atau data yang berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti.

6.10 Melakukan Analisa Statistik

Salah satu cirri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisa statistik. Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable. Sampai saat ini, analisa statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variable, untuk memprediksi pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung, untuk melihat besarnya pesentase atau rata-rata besarnya suatu variable yang kita ukur.

6.11              Menggunakan Komputer untuk Analisa Data

Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisa data. Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisa data, baik yang bersifat pengelohan data maupun analisanya. Salah satu program yang popular ialah program SPSS.

6.12 Menulis Laporan Hasil Penelitian

Tahap terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana.

7.    Jenis Penelitian

Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut: Tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi, dan analisis & jenis data.

7.1  Penelitian Menurut Tujuan 

  1. Penelitian Terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
  2. Penelitian Murni/Dasar adalah penelitian yang dilakukan diarahkan sekedar untuk memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa ingin menerapkan hasilnya). Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Jadi penelitian murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.

7.2  Penelitian Menurut Metode.

Penelitian Survey

Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosilogis maupun psikologis.

Penelitian Ex Post Facto

Yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.

Penelitian Eksperimen

Yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti.

Penelitian Naturalistic

Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami (sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Contoh : Sesaji terhadap keberhasilan bisnis.

Policy Research

Yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.

Action Research

Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah: 1) situasi, 2) perilaku, 3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja, dan pranata.

Penelitian Evaluasi

Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan.

Penelitian Sejarah

Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif, melalui pengumpulan, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data diperoleh, sehingga ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan.

7.3  Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi 

Tingkat eksplanasi adalah tingkat penjelasan. Jadi penelitian menurut tingkat eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.

    1. Penelitian Deskriptif

Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.

    1. Penelitian Komparatif

Adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. VariabelPenelitian expost Facto, Deskriptif, Komperatif, Penelitian Asosiatifnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.

    1. Penelitian Asosiatif/Hubungan

Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.

7.4  Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis 

Jenis data dan analisisnya dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua hal utama yaitu data kualitatif dan kuantitatif.Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar. Data kuantitatif adalah data berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (scoring). Untuk penelitian kualitatif dan kuantitatif ini akan di bahas lebih depai pada bab tersendiri.

8.    Cara Melakukan Penelitian

    1. Cari topik yang menarik perhatian anda;
    2. Buat pertanyaan penelitian yang menarik (mengapa, bagaimana, di mana, apa);
    3. Tentukan alasan/rationale dari penelitian anda;
    4. Rumuskan tesis penelitian anda dengan mempertimbangkan tiga langkah sebelumnya (topik, tujuan dan rationale);
    5. Tentukan metode pengolahan data (kualitatif/kuantitatif);
    6. Klasifikasi data :
      1. Identifikasi variabel ;
      2. Berikan alasan mengapa variabel tersebut dipilih dan perlu diidentifikasi ;
      3. Tentukan pola paradigma penelitian anda ;
      4. Tentukan khasanah buku-buku teks, jurnal-jurnal, artikel-artikel dengan mempertimbangkan elemen variabel  yang ada,
      5. Analisis data berdasarkan  jenis penelitian atau metode penelitian (analisis data statistik atau non statistik, dan
      6. beri kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis data penelitian anda.

    9.    Berpikir Logis: Deduktif & Induktif

9.1     Pengertian Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif Sebagai suatu istilah dalam penalaran, deduktif / deduksi adalah merupakan suatu proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Dari pengalaman-pengalaman hidup kita, kita sudah membentuk bermacam-macam proposisi, baik yang bersifat umum maupun bersifat khusus. Proposisi baru itu tidak lain dari kesimpulan kita mengenai suatu fenomena yang telah kita identifikasi dengan mempertalikannya dengan proposisi yang umum. Dalam penalaran deduktif, penulis tidak perlu mengumpulkan fakta-fakta. Yang perlu baginya adalah suatu proposisi umum dan suatu proposisi yang mengidentifikasi suatu peristiwa khusus yang bertalian dengan suatu proposisi umum tadi. Bila identifikasi yang dilakukannya itu benar, dan kalau proposisinya itu juga benar, maka dapat diharapkan suatu kesimpulan yang benar.

Uraian mengenai proses berpikir deduktif ialah seperti silogisme kategorial, entimem, rantai deduksi, silogisme alternatif, silogisme hipotesis dan sebagainya. Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :

  1. Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
  2. Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

9.2     Penalaran Induktif

Penalaran Induktif Induksi / induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi). Proses penalaran ini mulai bergerak dari penelitian dan evaluasi atas fenomena-fenomena yang ada. Karena semua fenomena harus diteliti dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh ke penalaran induktif, maka proses penalaran itu juga disebut sebagai corak berpikir yang ilmiah. Namun induksi sendiri tak akan banyak manfaatnya kalau tidak diikuti oleh proses penalaran deduktif. Pengertian fenomena-fenomena individual sebagai landasan penalaran induktif harus diartikan pertama-tama sebagai data-data maupun sebagai pernyataan-pernyataan, yang tentunya bersifat factual pula.

Proses penalaran induktif dapat dibedakan lagi atas bermacam-macam variasi seperti generalisasi, hipotese dan teori, analogi induktif, kausal dan sebagainya.

Macam-macam Penalaran Induktif:

  1. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
  2. Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.

Daftar Pustaka

  1. Indrayanto , 2010, Jenis-jenis Penelitian, http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2026135-jenis-jenis-penelitian
  2. Hasibuan, Zainal, A., 2007, Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi : Konsep, Teknik dan Aplikasi, Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
  3. http://www.pendidikanislam.net/index.php/untuk-siswa-a-mahasiswa/40-penelitian/59-apakah-penelitian-itu
  4. http://tesisdisertasi.blogspot.com/2009/12/empat-komponen-utama-metode-penelitian.html
  5. http://arhamulwildan.blogspot.com/2012/03/metode-penalaran-deduktif-dan-induktif.html
  6. Kesatria, 2008, Pengertian Penelitian Menurut para ahli, http://id.shoving.com/social-sciences/education/2285759-pengertian-penelitian-menurut-para-ahli/
  7. Alex Sobur, 2011, Cara Melakukan Penelitian, http://id.shoving.com/how-to/writing/2178052-cara-melakukan-penelitian
  8. http://id.shoving.com/social-sciences/eeducation/2026135-jenis-jenis-penelitian/#ixzz2JTCBcQuL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: