Home » Desain Penelitian (3)

Desain Penelitian (3)

Kelompok 1

Kelompok 2

Kelompok 3

RETNO SARI S [672010079] BUNGA MEKAR C [672010120] YOHANNA AMELIA [682010007]

JUWITA ARTANTI K [682010008] NENCY NERISA [682010065]

1. Apa yang disebut dengan historical research ?

Historical riset sama dengan riset pustaka. Historikal riset dilakukan dengan membaca buku-buku dan literatur serta mengikuti pola dari literatur maupun buku yang kita baca. Hitorical research terkesan agak sedikit susah untuk diterapkan karena penelitian ini memerlukan history atau sejarah awal pertama terbentuknya topik yang ingin kita cari. Pada umumnya history atau sejarah tersebut tidak terekam sifatnya tidak autentik.
Langkah-langkah dalam historical research :

a. Identification of the research problem

Mengidentifikasi permsalahan yang diangkat dalam penelitian. Contoh penelitian tentang pengembangan sebuah sistem dalam perusahaan. Identifikasi dengan melihat setiap proses bisnis perusahaan. Proses bisnis akan menyelaraskan dengan sistem yang akan dikembangkan.

b. Collection and Evaluation of source materials

Mengumpulkan dari sumber-sumber yang ada. Sumber bisa menggunakan dokumentasi sistem yang ada.

c. Synthesis of information from source materials

Dari setiap temuan yang sudah ada, dibangunlah sebuah hipotesa yang akan menjadi kunci penelitian yang kita lakukan.

d. Analysis Interpretation Formulation of Conclusion

2. Ethnographic Research

Penelitian etnographic adalah penelitian yang memfokuskan diri pada budaya dari sekelompok orang. Umumnya penelitian etnogarhi meneliti tentang budaya secara umum. Penelitian ethographic hampir sama dengan action riset. Penelitian ini lebih terfokus pada organisasi yang mendefenisikan grup of people. Karateristik pada penelitian ethnographic yaitu :

  1. peneliti dilakukan pada kondisi alami
  2. Peneliti harus mengerti bagaimana suatu kejadian diterima dan dimengerti oleh kelompok orang yang sedang diamati.
  3. Menerima hal-hal yang aneh / tidak biasanya
  4. Menitikbertakan pada pengamatan dan wawancara
  5. Tidak merumuskan hipotesis sebelum penelitian

Misalnya kajian tentang pembagian irigasi di Bali (SUBAK). Masyarakatnya berkumpul untuk pembagian air ke sawah.

3. Case Studies Research

Studi kasus merupakan penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya. Penggunaan penelitian studi kasus ini biasanya difokuskan untuk menggali dan mengumpulkan data yang lebih dalam terhadap obyek yang diteliti untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi. Sehingga bisa dikatakan bahwa penelitian bersifat deskriptif dan eksploratif.

Penelitian case study (studi kasus) berbeda dengan penelitian survei. Pada penelitian survei menggunakan beberapa sample sedangkan pada case study jumlah sampel yang diambil sangat sedikit atau hanya beberapa orang saja, yaitu sample yang sudah ditentukan. Sample pada case study (studi kasus) sesuai dengan kasus yang diamati.  Namun persamaan diantara penelitian survei dan studi kasus adalah keduanya sama-sama menggali fenomena.

Studi kasus merupakan strategi penelitian yang terfokus pada pemahaman terhadap sesuatu yang dinamis dalam konteks tunggal. Studi kasus dapat melibatkan satu kasus atau lebih, dengan tingkat analisa yang berbeda-beda. Studi kasus dapat digunakan untuk memberikan gambaran terhadap suatu masalah, pengujian teori, atau pembentukan teori.

Daftar Pustaka

Hasibuan, Zainal A. 2007. Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi:Konsep, Teknik, Dan Aplikasi. Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Kelompok 4

Barbara Claudia Seroan [682010070] Nelly Fela Soebalely [682010011] Christy Susanti [682010027]
Ray Veronicha H [682010080]  Feby A Djoko Oes [682010053]

1.     Apa yang disebut dengan historical research?

Historikal riset sama dengan riset pustaka. Historikal riset dilakukan dengan membaca buku-buku dan literatur serta mengikuti pola dari literatur maupun buku yang kita baca. Hitorical research terkesan agak sedikit susah untuk diterapkan karena penelitian ini memerlukan history atau sejarah awal pertama terbentuknya topik yang ingin kita cari.

 2.     Apa yang disebut dengan ethnographic research?

Penelitian etnographi adalah penelitian yang memfokuskan diri pada budaya dari sekelompok orang. Umumnya penelitian etnogarhi meneliti tentang budaya secara umum. Penelitian ethographic hampir sama dengan action riset. Penelitian ini lebih terfokus pada organisasi yang mendefenisikan grup of people.

 3.     Apa yang disebut dengan case studies research?

Studi kasus merupakan penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya. Penggunaan penelitian studi kasus ini biasanya difokuskan untuk menggali dan mengumpulkan data yang lebih dalam terhadap obyek yang diteliti untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi. Sehingga bisa dikatakan bahwa penelitian bersifat deskriptif dan eksploratif.

Referensi:

Zainal, Hasibuan. Metode Penelitian Pada Bidang IKOM & TI. 2007

Kelompok 5

Stella Lie [682010023] Adrian Wenno [682010010] Mariana Andatu [702010139]

Historical Research

Historikal riset sama dengan riset pustaka. Historikal riset dilakukan dengan membaca buku-buku dan literatur serta mengikuti pola dari literatur maupun buku yang kita baca. Hitorical research terkesan agak sedikit susah untuk diterapkan karena penelitian ini memerlukan history atau sejarah awal pertama terbentuknya topik yang ingin kita cari. Pada umumnya history atau sejarah tersebut tidak terekam sifatnya tidak autentik. Contohnya kita ingin mengetahui bagaimana sikap perusahaan terhadap perkembangan IT. Untuk menjawab permasalahan tersebut secara historicalresearch maka kita perlu merangkum dan mencari pola-polan sejarahnya terutama awal mula atau pad saat pertama kalinya muncul penggunaan IT. Disini kita harus melihat perubahan zaman atau era yang diwakili terutama bagaimana terjadinya perubahan IS/IT dari zaman ke zaman.

Gambar berikut ini memberikan gambaran bagi kita mengenai tahapan yang dilakukan apabila kita ingin menggunakan historical research. Empat tahap penelitian historikal (historical research) dimulai dengan melakukan identifikasi riset problem, kemudian kumpulkan dan evaluasi semua sumber data yang ada, sintesiskan semua informasi dari sumber data, dan yang terakhir analisis setiap formulasi yang ada dan buat kesimpulan.

 Ethnographic Research

Penelitian etnographi adalah penelitian yang memfokuskan diri pada budaya dari sekelompok orang. Umumnya penelitian etnogarhi meneliti tentang budaya secara umum. Penelitian ethographic hampir sama dengan action riset. Penelitian ini lebih terfokus pada organisasi yang mendefenisikan grup of people. Misalnya kajian tentang pembagian irigasi di Bali (SUBAK). Masyarakatnya berkumpul untuk pembagian air ke sawah.

 Case Studies Research

Studi kasus merupakan penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya. Penggunaan penelitian studi kasus ini biasanya difokuskan untuk menggali dan mengumpulkan data yang lebih dalam terhadap obyek yang diteliti untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi. Sehingga bisa dikatakan bahwa penelitian bersifat deskriptif dan eksploratif.

Dalam penelitian studi kasus terdapat investigasi empiris tentang sesuatu fenomena yang ingin dipecahkan oleh peneliti. Apa yang dimaksud dengan fenomena dan sejak kapan sesuatu itu disebut sebagai fenomena. Misalnya apa fenomena (kejadian, peristiwa) yang ada pada bidang IT. Bagaimana dan kenapa orang yang menggunakan IT ada yang gagal ada yang sukses. Fenomena, bisa digali dengan melakukan penelitian studi kasus. Studi kasus yang diambil bisa berasal dari suatu organisasi, komunitas tertentu ataupun dengan cakupan yang lebih luas lagi.

Penelitian case study (studi kasus) berbeda dengan penelitian survei. Pada penelitian survei jumlah sampelnya cukup luas sedangkan pada case study jumlah sampel yang diambil sangat sedikit atau hanya beberapa orang saja. Namun persamaan diantara penelitian survei dan studi kasus adalah keduanya sama-sama menggali fenomena.

Misalnya kita ingin melihat bagaimana keadaan perusahaan apabila kita ingin menerapkan atau menggunakan IRP. Untuk itu maka perlu dikaji pola-pola penerapannya diberbagai macam negara, di cari model dan polanya, setelah itu baru diujicobakan pada kasus yang akan kita teliti.

Penelitian studi kasus datanya harus berupa data primer. Data ini dapat dikumpulkan dalam bentuk dokumen-dokumen yang telah divalidasi dan dilakukan verifikasi konfirmasi data ke primary source-nya. Dalam hal ini perlu dicari data primernya. Sumber data yang diambil dari tesis atau disertasi tidak bisa digunakan karena data tersebut bukan data primer melainkan data tertier karena diambil dari data lain yang kemudian diolah. Kita bisa mencari pemecahan studi kasus tersebut dengan cara membangun polanya dari studi-studi yang telah ada.

Studi kasus merupakan strategi penelitian yang terfokus pada pemahaman terhadap sesuatu yang dinamis dalam konteks tunggal. Studi kasus dapat melibatkan satu kasus atau lebih, dengan tingkat analisa yang berbeda-beda. Studi kasus dapat digunakan untuk memberikan gambaran terhadap suatu masalah, pengujian teori, atau pembentukan teori.

Sumber

 BUKU METODE PENELITIAN PADA BIDANG IKOM & TI (ZAINAL  A HASIBUAN)

Kelompok 6

Kelompok 7

Amos Styven Sunbanu  [682006710] Krisaldi Pampei [672010170] Aleksandro S. Mone [672010266]
Jodha Dwi Wira Buji [672010281] Yohanes Anggoro [672009013]

Kelompok 8


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: